Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), terus berupaya menjaga pasokan Bahan Pokok, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan Elpiji di wilayah setempat agar tetap tersedia, walaupun dalam jumlah yang terbatas.

Banjir dijalan Trans Kalimantan, tepatnya didesa Bukit Rawi yang menghubungkan jalur Kuala kurun – Palangkaraya sangat mempengaruhi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok , BBM, dan Elpiji di Gumas.

“Sangat bisa kita pahami dalam situasi banjir seperti ini, pasti membuat pasokan sembako dan bahan lainnya terganggu, tapi yang ingin kita jaga pasokan ketersediaan sembako, BBM dan Elpiji tetap ada,”.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda), Yansiterson saat dimintai keterangan usai memimpin rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), terkait antisipasi dampak banjir yang terjadi di beberapa ruas jalan menuju wilayah Kabupaten Gunung Mas, di aula lantai I Kantor Bupati, Kamis (16/09/2021).

Yansiterson juga menjelaskan, bahwa dari hasil rapat, ada beberapa alternatif dan solusi seperti pendistribusian Sembako, BBM, dan Elpiji, melalui jalur lintas kota Buntok Kabupaten Barito Selatan, “Tentu saja, jika banjir belum menunjukan penurunan yang signifikan,” jelasnya.

Ia juga menerangkan, bahwa BBM dan Elpiji yang datang ke Gumas, dimana untuk proses distribusi ke masyarakat juga perlu dijaga dan dikawal, agar dapat membatasi kouta layanan pasokan elpiji dan BBM kepada pembeli dan pelangsir.

“Mengingat ketersediaan yang terbatas, maka dibatasi dulu jumlahnya,” jelas Yansiterson.

Beliau juga mengatakan, ada program program antisipasi dengan beberapa perangkat daerah (PD) terkait dengan bahan pokok supaya tidak terlalu bergantung dengan pasokan dari luar , mengingat keadaan banjir yang tidak menentu.

“Oleh sebab itu bisa kita kembangkan program program yang bisa menutup ketersediaan dan kebutuhan bahan pokok dari produksi lokal di Gumas, diantaranya telur, sayur mayur, ikan dan sebagainya.

Pemkab Gumas juga menyikapi, untuk harga dari pasokan luar, harus tetap terjaga dan kesinambungan distribusinya.

“Pasti ada kenaikan harga, sepanjang itu masih wajar harganya,” ucapnya.

Yansiterson mengatakan salah satu poin pentingnya, Pemkab Gumas akan berkoordinasi dengan Kapolsek wilayah pulang pisau.

“Ya, agar angkutan truk, pick-up yang membawa Bahan Pokok, BBM, dan Elpiji, akan diprioritaskan untuk dikawal supaya bisa lolos menuju Gumas,” tandasnya.

Turut Hadir, Asisten II Setda Gumas Richard, Kepala BPS Gumas, Kepala Perangkat Daerah (PD) terkait atau yang mewakili, perwakilan Bank Kalteng Gumas, dan perwakilan Bulog Gumas, dengan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

Bagikan ini :