MMC – KUALA KURUN — Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gunung Mas turun langsung mendukung para petugas yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dipimpin langsung Ketua GOW Kabupaten Gunung Mas, Efrensia L.P. Umbing, bersama jajaran pengurus, rombongan menyambangi sejumlah instansi yang terlibat dalam penanganan karhutla, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan (DLHKP), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gunung Mas. Bantuan yang disalurkan berupa air mineral, minuman isotonik, susu, dan makanan ringan untuk menunjang kebutuhan petugas selama berada di lapangan.
Kunjungan pertama dilakukan ke BPBD Kabupaten Gunung Mas. Bantuan diserahkan langsung kepada Kepala BPBD, Karya. Kehadiran GOW bukan sekadar membawa paket logistik, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi petugas yang menghadapi kondisi lapangan yang tidak selalu mudah. Di tengah ancaman asap dan api yang dapat bergerak cepat, kebutuhan air minum dan makanan menjadi bagian penting untuk menjaga kondisi fisik personel yang bekerja melakukan pemadaman dan penanganan dampak karhutla.

Dukungan serupa diberikan kepada jajaran DLHKP Kabupaten Gunung Mas, yang diterima langsung oleh Kepala Dinas, Tumi Hassi. Bantuan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi petugas yang tengah menjalankan tugas penanganan karhutla di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Lapak Jaru. Kawasan hutan dengan nilai ekologis tersebut membutuhkan perhatian khusus ketika ancaman kebakaran muncul. Logistik berupa air mineral, minuman isotonik, susu, dan snack diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para petugas selama menjalankan tugas di lapangan, terutama ketika mereka harus bekerja dalam waktu yang panjang dan menghadapi kondisi medan yang menantang.

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Satpol PP Kabupaten Gunung Mas. Bantuan diterima oleh Sekretaris Satpol PP, Hevy Simpai. Bagi GOW Gunung Mas, keterlibatan dalam penanganan karhutla tidak harus selalu berada di garis depan pemadaman. Dukungan terhadap mereka yang bekerja di lapangan juga menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Penyaluran bantuan itu sekaligus menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi banyak pihak—pemerintah, petugas lapangan, organisasi masyarakat, hingga kelompok perempuan—agar respons terhadap bencana dapat berjalan lebih kuat dan terkoordinasi.