MMCGumas Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar rapat untuk membahas upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), sekaligus mencegah terjadinya praktik penimbunan, kenaikan harga BBM yang tidak wajar serta antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), khususnya SPBU Jalan Diponegoro dan SPBU Tampang Tumbang Anjir.

Rapat tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gumas Richard, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gumas Yunae, bertempat di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Gumas, Senin (31/8/2026).

Rapat dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), beberapa kepala perangkat daerah, serta pejabat eselon III dan pejabat fungsional dari instansi terkait. Turut mengikuti rapat secara daring pihak PT Pertamina Patra Niaga serta para pengusaha SPBU dan Pertashop di Kuala Kurun.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gumas Richard, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gumas Yunae

Dalam rapat tersebut, Pemkab Gumas menekankan pentingnya langkah bersama dari seluruh pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM kepada masyarakat berjalan dengan baik, lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain menjaga ketersediaan BBM, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap potensi terjadinya penimbunan maupun penjualan BBM dengan harga yang tidak wajar. Hal ini dinilai perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat tidak dirugikan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan BBM.

Persoalan antrean panjang di SPBU Jalan Diponegoro dan SPBU Tampang Tumbang Anjir juga menjadi salah satu fokus pembahasan. Kondisi tersebut perlu dicarikan solusi melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, pengelola SPBU maupun Pertashop serta pihak terkait lainnya.

Sekda Gumas Richard dalam rapat tersebut mendorong agar seluruh pihak dapat meningkatkan koordinasi dan pengawasan di lapangan. Menurutnya, ketersediaan BBM dan kelancaran distribusinya merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta perekonomian daerah.

Pimpinan OPD terkait

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga stabilitas harga dan ketersediaan BBM, serta mencegah adanya penimbunan dan praktik penjualan dengan harga yang tidak wajar,” tuturnya.

Pemkab Gumas juga berharap adanya dukungan dari PT Pertamina Patra Niaga dan para pengusaha SPBU maupun Pertashop untuk bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan antrean panjang dan memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Gumas berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap distribusi BBM di wilayah Kabupaten Gunung Mas, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan kondisi harga tetap stabil.

Pemerintah daerah juga mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk turut menjaga ketertiban dalam memperoleh BBM serta melaporkan apabila ditemukan indikasi penimbunan atau penjualan BBM dengan harga yang tidak sesuai ketentuan.

Bagikan ini :