MMCGumas – Kuala Kurun – Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, Richard, mengikuti acara pembukaan Rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara virtual melalui Zoom Meeting, bertempat di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria. Dalam sambutannya, Arif menegaskan bahwa daya saing nasional sangat bertumpu pada kekuatan dan kinerja daerah.
Ia menjelaskan bahwa Indeks Daya Saing Daerah 2025 bukan sekadar daftar peringkat, melainkan instrumen strategis yang berfungsi sebagai cermin bagi pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kelemahan serta menetapkan prioritas pembangunan.
“Data indeks ini digunakan pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan berbasis bukti. Fokusnya bukan pada kompetisi simbolik, tetapi pada perbaikan kinerja yang terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Arif juga mengacu pada teori pertumbuhan endogen dari Paul Romer yang menekankan empat pilar utama pertumbuhan ekonomi, yakni riset dan pengembangan, inovasi, kewirausahaan, serta kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi bergerak secara eksponensial dan sering kali melampaui kecepatan respons kebijakan publik. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan mampu lebih adaptif dalam menghadapi berbagai disrupsi.
Dalam paparannya, BRIN juga menyiapkan proyeksi pengembangan teknologi hingga tahun 2045, meliputi transisi energi menuju green hydrogen, pengembangan baterai grafena, serta riset future protein dan cultured meat sebagai bagian dari agenda riset jangka panjang.
Kolaborasi antara BRIN dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dinilai sangat penting, terutama dalam mendorong hilirisasi inovasi agar dapat menjawab kebutuhan spesifik di masing-masing daerah.
Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, dengan target menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Sinkronisasi antara visi, strategi, dan pelaksanaan di tingkat pusat dan daerah menjadi kunci agar transformasi pembangunan berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
Turut mengikuti kegiatan tersebut para Asisten Sekretariat Daerah, staf ahli Bupati, kepala perangkat daerah, serta pejabat eselon III dari perwakilan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.