MMCGumas – Kuala Kurun – Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia L.P. Umbing, memaparkan Laporan Penilaian Kinerja Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Kabupaten Gunung Mas dalam kegiatan penilaian yang dilaksanakan di Aula Lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Senin (27/4/2026).

Paparan mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari prevalensi stunting, regulasi pendukung, gambaran siklus aksi konvergensi, peran CSR, hingga inovasi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gunung Mas .

Berdasarkan data yang disampaikan, prevalensi stunting di Kabupaten Gunung Mas menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Capaian tersebut didukung oleh pelaksanaan program yang terintegrasi serta sinergi lintas sektor.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas juga telah memperkuat regulasi dan pelaksanaan aksi konvergensi secara berkelanjutan, mulai dari tahap perencanaan hingga monitoring dan evaluasi.

Dalam paparannya, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya penguatan peran Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai salah satu strategi percepatan penurunan stunting. Perusahaan didorong untuk mengalokasikan dana CSR secara lebih terarah dan strategis agar memberikan dampak jangka panjang, khususnya dalam menurunkan prevalensi stunting.

Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting (TP3S) juga didorong untuk aktif membangun kemitraan dengan sektor swasta. Kolaborasi multisektor, termasuk keterlibatan perbankan dan akademisi, dinilai penting dalam mendukung intervensi spesifik maupun sensitif.

Fokus intervensi diarahkan pada kelompok masyarakat desil 1 hingga 3, dengan prioritas utama pada desil 1 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah. Selain itu, pelaksanaan bantuan pangan bergizi, termasuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dipastikan berjalan optimal terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Dalam aspek evaluasi, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menargetkan agar capaian konvergensi program tetap berada pada angka optimal, serta memperkuat monitoring dan evaluasi hingga ke tingkat desa guna memastikan seluruh program tepat sasaran bagi Keluarga Berisiko Stunting (KRS).

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang berfokus pada edukasi dan penanganan stunting juga terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya kolaboratif antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Disampaikan pula bahwa progres aksi konvergensi penurunan stunting di Kabupaten Gunung Mas telah mencapai 100 persen pada tahun 2025, dan pada tahun 2026 hingga April telah mencapai 69 persen .

Capaian tersebut diperkuat dengan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang menunjukkan angka prevalensi stunting di bawah 15 persen, yang diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari undangan penilaian kinerja percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah .

Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Perangkat Daerah terkait atau yang mewakili, dan tim TP3S Kabupaten Gunung Mas

Bagikan ini :