MMCGumas – Kuala Kurun – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gunung Mas mendapatkan kesempatan mengikuti Sosialisasi, Pelatihan, dan Pendampingan Pengajuan Sertifikasi Halal Gratis yang dilaksanakan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Gunung Mas, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas sebagai upaya meningkatkan daya saing produk UMKM di daerah.
Kegiatan dibuka oleh Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, yang diwakili Staf Ahli Bupati Gunung Mas, Salampak Haris. Turut hadir Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah ,Satria Febrino, perwakilan UIN Palangka Raya, kepala perangkat daerah terkait, serta para pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Gunung Mas.
Membacakan sambutan Bupati Gunung Mas, Salampak Haris menyampaikan bahwa UMKM merupakan salah satu pilar utama penggerak perekonomian yang memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, dalam menjalankan usaha, pelaku UMKM perlu memenuhi berbagai persyaratan dan standar agar mampu meningkatkan daya saing produk di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Salah satunya melalui kepemilikan sertifikasi halal.
“Pemerintah Kabupaten Gunung Mas memandang sertifikasi halal bukan lagi sekadar formalitas, tetapi menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha, khususnya di sektor makanan dan minuman, untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas akses pasar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sertifikasi halal juga merupakan bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku serta dapat menjadi nilai tambah bagi produk UMKM untuk bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain itu, pemerintah daerah mengapresiasi dukungan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah dan UIN Palangka Raya yang telah berkolaborasi melaksanakan kegiatan pendampingan tersebut.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal agar memperoleh sertifikasi halal dan mampu meningkatkan kualitas serta daya saing produk yang dihasilkan,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Satria Febrino, mengatakan sertifikat halal saat ini bukan hanya sekadar label pada produk, tetapi telah menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.
“Dengan produk yang telah bersertifikat halal, UMKM memiliki peluang untuk masuk ke ritel modern, platform e-commerce, bahkan pasar ekspor,” katanya.
Ia menjelaskan, Bank Indonesia terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah melalui penguatan Jaminan Produk Halal (JPH) yang terintegrasi dalam Halal Value Chain (HVC).
Berbagai program yang dijalankan antara lain akselerasi sertifikasi halal bagi UMKM, penguatan rantai pasok halal, pembinaan industri kreatif syariah, integrasi akses pembiayaan syariah dan digitalisasi UMKM, hingga peningkatan literasi mengenai pentingnya sertifikasi halal.
“Melalui pelatihan dan pendampingan ini, kami berharap para pelaku UMKM tidak hanya memahami proses sertifikasi halal, tetapi juga mendapatkan pendampingan hingga sertifikat halal dapat diterbitkan,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak UMKM di Kabupaten Gunung Mas yang memiliki sertifikasi halal sehingga mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, dan memperkuat daya saing usaha di tingkat regional maupun nasional.


