Kuala Kurun – Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong membuka Rapat Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan Corporate Social Responsibility (CSR) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2023. Kegiatan dilaksanakan di aula Bappedalitbang, Selasa (7/2/ 2023).
Kegiatan ini diikuti puluhan perusahaan, dari sektor Perkebunan diantaranya PT. Bumi Agro Prima, PT. Berkala Maju Bersama, PT. Archipelago Timur Abadi, PT. Kahayan Agro Plantation, PT. Jaya Jadi Utama, PT. Agro Lestari Sentosa, PT. Tantahan Pandohop Asi, PT. Mulia Sawit Agro Lestari, PT. Prasetya Mitra Muda, PT. Flora Nusa Perdana, PT. Gumas Alam Subur, PT. Kurun Sumber Rejeki, PT. Kalimantan Hamparan Sawit.

Lebih lanjut disektor Pertambangan yakni PT. Dayak Membangun Pratama, PT. Tadjahan Antang Mineral, PT. Investasi Mandiri, PT. Kalimantan Surya Kencana, dan PT. Surya Kalimantan Sejati.
Lalu, sektor Kehutanan diantaranya PT. Dwima Group, PT. Taiyoung Engreen, PT. East Poin Indonesia, PT. Sikatan Wana Raya, PT. Bumi Mas Permata Abadi, PT. Hutan Produksi Lestari, PT. Cakra Alam Persada.
Rapat tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan CSR bertujuan untuk mensinergikan program CSR yang dilaksanakan Perusahaan Besar Swasta (PBS) dengan Pemkab Gunung Mas.
Bupati Gunung Mas berharap, dengan adanya koordinasi dan sinkronisasi ini dapat menyeleraskan antara program CSR perusahaan dengan Pemkab Gunung Mas.
Iya juga jelaskan Perusahaan juga didalam CSR harus didampingi oleh pihak kejaksaan dan saling berkoordinasi. “Tentunya bertujuan, agar program yang dilaksanakan tidak tumpang tindih harus dilakukan secara baik dan benar,” ujarnya (7/2).
“Sehingga nantinya program ini dapat berjalan beriringan dan saling melengkapi. Dengan begitu program CSR perusahaan bisa tepat sasaran,” ucapnya.
Dirinya juga menyarankan, setiap PBS di bidang CSR yang berinvestasi di wilayah Kabupaten Gunung Mas agar nantinya dapat memenuhi tanggungjawabnya terhadap lingkungan sekitarnya.
Kedepannya PBS harus berperan serta dalam mensejahterakan masyarakat Kabupaten Gunung Mas, dimana bantuan CSR nantinya bisa digunakan tepat sasaran, yang sifatnya untuk pemeliharaan fasilitas umum, bantuan untuk membangun desa atau fasilitas masyarakat. “Fasilitas tersebut khususnya untuk masyarakat , yang berada sekitar dunia usaha atau industri tersebut berada” jelasnya.
Iya juga mengatakan dari semua PBS yang berinvestasi di Gunung Mas baik itu disektor perkebunan pertambangan, dan kehutanan sudah tergabung dalam tim CSR tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan Kabupaten Gunung Mas periode tahun 2020 sampai dengan 2024. “Ya, sebagaimana berdasarkan Surat Keputusan (SK) tertanggal 9 Maret tahun 2020,” tandasnya.
Bupati Gunung Mas dalam rapat tersebut didampingi Kepala Dinas PMPTSP Harpaseno dan Kepala Dinas Kesehatan Arnold serta dihadiri Kepala Dinas terkait, perwakilan dari PBS yang berinvestasi di wilayah Gunung Mas.