Kuala kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) upayakan langkah-langkah strategis dalam menghadapi inflasi atau kenaikan harga barang yang mempengaruhi stabilitas sebagian harga pangan di Gumas, akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda), selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Yansiterson saat memimpin Rapat Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Gumas yang dihadiri Forkopimda Gumas, Asisten III Setda, Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat Kurun dan Camat Kahut. Kegiatan dilaksanakan di ruang rapat lantai I Kantor Bupati Gumas, Rabu (12/10/2022).

Yansiterson mengatakan, tujuan Satgas Ketahanan Pangan Gumas ini dibentuk, untuk memastikan ketersediaan distribusi dan stabilitas harga dari 11 bahan pangan pada hari besar keagamaan dan tanggap darurat nasional.

“Pastinya itu, diiringi pasca kenaikan BBM belum lama ini, serta melakukan pengawasan harga 11 pangan yang ada serta melakukan penegakan hukum terhadap kartel, mafia-mafia pangan, juga memantau harga 11 pangan untuk dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Kalteng, ujarnya.

“11 pangan dimaksud meliputi beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabe besar, cabe rawit, daging sapi atau kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir dan minyak goreng,” jelasnya.

Menurutnya, hasil dari rapat ini ada yang harus ditindaklanjuti serta dilakukan monitoring mengenai apa saja yang telah menjadi perhatian khusus dalam upaya menangani stabilitas harga pangan akibat inflasi di Gumas.

Lalu, ia juga menghimbau kepada seluruh bidang apabila menemukan persoalan mengenai hal-hal yang perlu ditindaklanjuti sesuai apa yang telah dikonfirmasi dalam rapat tersebut, agar dapat langsung melaporkan ke Satgas tanpa melalui rapat formal.

“Jika ada persoalan silahkan laporkan ke Satgas yang ada di Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan terlebih dahulu, supaya kita bisa mengambil solusi atas permasalahan yang terjadi”, tandasnya. Yansiterson.

Bagikan ini :