Kuala Kurun – Wakil Bupati Gunung Mas (Gumas) Efrensia L.P Umbing bersama Forkopimda Gumas, mengikuti  Rapat Koordinasi kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana alam (banjir) dan bencana non alam (Covid-19) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), secara virtual, diruang rapat lantai I kantor Bupati Gumas, Rabu (17/11/2021).

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran minta Bupati/Wali Kota benar-benar konsisten melaksanakan upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam dan juga bencana non alam Covid-19, sehingga dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Gubernur saat pimpin Rapat Koordinasi, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (17/11).

Gubernur menginstruksikan Bupati/Wali Kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dengan melakukan langkah-langkah, diantaranya terus menerus menginformasikan kepada seluruh masyarakat dan memastikan bahwa perkembangan informasi peringatan dini mengenai cuaca dari BMKG diterima dan dipahami oleh masyarakat.

Sementara itu Wakil Bupati Gumas menjelaskan, wilayah Kabupaten Gunung Mas yang terdampak banjir tersebar di  12 Kecamatan  yang meliputi 13 Kelurahan dan 58 Desa.

Dirinya menyampaikan, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Kabupaten Gunung Mas  100 ton pertahun. “Untuk tahun 2021, dipergunakan sebanyak 37,690 ton, dalam rangka membantu masyarakat terdampak banjir kepada 3.661 Kepala Keluarga (KK) Dengan total 13.461 jiwa,” ujar Efrensia, (17/11).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, banyak upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Gumas diantaranya, mendirikan posko – posko penampungan warga terdampak banjir, penyediaan alat medis kesehatan, dan bantuan berupa sembako dan beras.

Wakil Bupati Gumas juga menyampaikan terkait vaksin, untuk Gunung Mas sampai saat ini posisi berada di 47,75% dan selama ini terus menerus dilakukan vaksinasi , “Kami optimis bisa diatas 50% per 30 november ini,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah Kabupaten Gunung Mas terus berupaya untuk selalu mensosialisasikan vaksin, agar masyarakat dapat menerima vaksin.

%d blogger menyukai ini: