Gunung Mas – Kecapi salah satu alat musik tradisional khas dayak kalimantan yang sudah berabad abad di lestarikan dan dibudayakan oleh masyarakat dayak.

Di Provinsi Kalimantan Tengah tepatnya Kabupaten Gunung Mas (Gumas) ada seorang pengrajin kecapi yang bernama Harmuda sebut saja udha (46) kelurahan Tampang Tumbang anjir Kuala kurun, dengan senang hati ia menuturkan proses pembuatan kecapi dari awal hingga alat tersebut dapat dimainkan dengan suara yang merdu dan sempurna.

“Untuk membuat kecapi bukanlah hal mudah, meski sekilas kecapi dilihat seperti alat musik sederhana, Untuk bahan bakunya saja terbuat dari kayu hanjalutung, karena memiliki serat kayu yang lunak dan lembut, dan untuk senarnya bisa dari kawat dan benang nilon”ungkap udha sendiri saat dibincangi mmc.gunungmaskab.go.id jum’at (15/2/2019 ).

Proses Pembuatan

Ia juga menjelaskan proses pemotongan kayu hanjalutung perlu membutuhkan kehati hatian dalam membentuk ukuran bidang balok yang berukuran panjang sekitar 70 cm dan ketebalan 10 cm, kemudian dibentuk pola kecapi sesuai keinginan sendiri.

Setelah dipotong dibentuk balok sesuai dengan pola kecapi, dilakukan proses pengeringan yang dijemur dibawah terik matahari,selama 30 hari agar bahan dasar memperoleh kualitas yang baik , setelah penjemuran lalu membuat lubang resonansi pada bisa kecapi, dilobangi menyerupai tabung yang berukuran sama bidang sisinya dengan menggunakan pahat sederhana.

Agar kecapi lebih indah dan menarik, bahan yang sudah dikeringkan dihaluskan lagi dengan menggunakan ampelas kasar dan halus.

Proses Pengukiran

Proses pengukiran dilakukan oleh pengrajin kecapi sesuai dengan keinginannya sendiri.langkah pertama dengan penggambaran jenis motif ukiran khas dayak, kemudian ditempelkan pada balok bentuk kecapi, barulah memulai dengan proses pengukiran secara manual dan penuh kehati hatian, keahlian ini membutuhkan keahlian dalam seni mengukir.

Proses pengecatan

Untuk pengecatan dilakukan dengan perpaduan warna yang persfektif,sehingga kecapi menghasilkan seni keindahan dan bermakna budaya. “ untuk mengecat kecapi dilakukan pengecatan dasar dengan warna putih, kemudaian dilakukan pengecatan ulang yang kedua kalinya dengan berbagai motif warna.

Dengan melalui berbagai proses pembuatan, inilah kecapi yang dihasilkan dengan berbagai bentuk dan motif ukiran yang berbeda.

Udha sendiri mengaku permintaan konsumen saat ini meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnnya, sedangkan untuk proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama, seperti mencari bahan bakunya, pengolahan kayu, pengeringan, pengecatan dan proses pengukiran kayu sangat rumit, jelasnya ( 2/14).

Udha sendiri membentuk sebuah komunitas, untuk hasil proses pembuatan kecapi ia namakan komunitas kecapi Tingang.ia menambahkan “untuk setiap bulannya saya dapat memproduksi kecapi sebanyak tujuh sampai sepuluh”, ucap udha.

Ia mengungkapkan kecapi yang sudah saya buat, banyak sudah laku terjual ke pelosok Nusantara lewat media sosial online, itupun produksi yang saya hasilkan masih kurang memenuhi permintaan konsumen, dikarenakan proses pencarian bahan baku dan proses pembuatan yang banyak memakan waktu lama.

Bagi masyarakat pecinta alat musik khas daerah seni dan budaya di pelosok Nusantara, Kita bisa mendapatkan langsung kecapi tingang di Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Gunung Mas, Kuala kurun, alamat jalan damang sawang kelurahan tampang tumbang anjir.( udha via what’aps – 085249154647 atau media sosial facebook an. Damang.

INFORMASI PUBLIK.

%d blogger menyukai ini: