MMCGumas – Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas terus mendorong penguatan layanan pendidikan anak usia dini melalui pelaksanaan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Optimalisasi Layanan PAUD HI di Kabupaten Gunung Mas Tahun 2026 yang dilaksanakan di GPU Damang Batu, Senin (5/10/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Aprianto, dan diikuti Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Gunung Mas, pengelola serta pendidik satuan PAUD, Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan, serta pemangku kepentingan terkait.

Turut hadir Bunda PAUD Kabupaten Gunung Mas sekaligus narasumber Mimie Mariatie Jaya S. Monong, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Disdikpora Gumas Rameina Widyastuty, narasumber dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Aty Muyassaroh, serta fasilitator PAUD HI Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Gunung Mas Ardita Dewi Juwita dan Triwanto Samosir. Hadir pula para kepala seksi pada Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas, Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan, kepala satuan PAUD se-Kabupaten Gunung Mas, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Aprianto menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk menyamakan pemahaman seluruh lembaga PAUD mengenai konsep PAUD HI sebagai pendekatan yang menyeluruh dan terpadu dalam memberikan layanan kepada anak usia dini.

PAUD HI mencakup berbagai aspek kebutuhan anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan hingga perlindungan. Pelaksanaannya membutuhkan kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, orang tua, serta satuan PAUD sebagai ujung tombak layanan.

“Dengan adanya kegiatan ini, bapak dan Ibu dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik agar bisa terpenuhi target yang ingin kita capai bersama,” ujar Aprianto.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah target yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut, di antaranya meningkatnya pemahaman pengelola dan pendidik PAUD mengenai konsep, prinsip, dan ruang lingkup layanan PAUD HI, terbangunnya persepsi yang sama mengenai pentingnya integrasi berbagai layanan bagi anak, serta meningkatnya kesiapan satuan PAUD dalam membangun koordinasi dengan puskesmas, kader Posyandu, TP PKK, dan perangkat daerah terkait.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Gunung Mas, Mimie Mariatie Jaya S. Monong, yang menjadi salah satu narasumber, memaparkan pentingnya peran Bunda PAUD dalam mendorong pelaksanaan PAUD HI secara terpadu.

Dalam materi yang disampaikan, Bunda PAUD memiliki peran sebagai motor penggerak, motivator, dan fasilitator dalam menyinergikan berbagai layanan esensial bagi anak usia dini.

Peran tersebut tidak berada pada aspek teknis pembelajaran di dalam kelas, melainkan pada tingkat kebijakan, koordinasi, dan advokasi. Dengan demikian, Bunda PAUD berperan dalam mendorong agar anak memperoleh layanan yang mendukung tumbuh kembangnya secara menyeluruh, meliputi stimulasi pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, serta kesejahteraan.

Pendekatan holistik integratif tersebut penting karena kebutuhan anak usia dini tidak dapat dipenuhi hanya melalui sektor pendidikan. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak agar setiap layanan dapat berjalan secara terpadu dan saling melengkapi.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berharap pemahaman mengenai PAUD HI semakin merata di seluruh satuan PAUD. Dengan pemahaman yang sama dan koordinasi yang lebih kuat, layanan bagi anak usia dini diharapkan dapat berjalan efektif, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu berkembang secara optimal sejak usia dini.

Bagikan ini :