MMCGumasKuala Kurun – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunung Mas ke-24 semakin terasa dengan digelarnya Lomba Tari Daerah dalam rangkaian Festival Budaya Mihing Manasa (FBMM) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Stadion Mini Kuala Kurun, Jumat malam (19/6/2026), berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati arena untuk menyaksikan penampilan terbaik dari para peserta.

Sebanyak enam kecamatan menampilkan tarian daerah khas Dayak dengan karakter dan keunikan masing-masing. Setiap penampilan tidak hanya menyuguhkan gerakan yang indah, tetapi juga sarat makna, nilai budaya, serta menjadi media pelestarian warisan leluhur yang terus dijaga oleh generasi muda.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Kecamatan Mihing Raya berhasil keluar sebagai juara pertama dengan perolehan skor 1.675. Posisi kedua diraih Kecamatan Kurun dengan skor 1.620, sementara Kecamatan Tewah menempati peringkat ketiga dengan nilai 1.520.

Proses penilaian dilakukan secara profesional oleh dewan juri yang terdiri dari Ucun A. Tingang, Fransiskus Daniel Nuhan, Abib Habibi Igal, dan Wildae D. Binti.

Dalam menentukan pemenang, dewan juri menilai sejumlah aspek penting, meliputi teknik gerak, kesesuaian pakem tari, ekspresi dan penghayatan, kekompakan, kreativitas koreografi, kostum dan tata rias, serta penampilan keseluruhan para penari.

Aspek-aspek tersebut menjadi tolok ukur untuk menampilkan pertunjukan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga tetap berpegang pada nilai-nilai dan identitas budaya daerah.

Lomba Tari Daerah ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam melestarikan seni budaya lokal sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan kekayaan budaya Dayak.

Bagikan ini :