
MMCGumas – Kuala Kurun – Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia L.P. Umbing, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gunung Mas, Hansli Gonak, memimpin kegiatan Sosialisasi Peraturan Bupati Gunung Mas Nomor 20 Tahun 2025 tentang Pembangunan Kemitraan Pemasaran Pariwisata dan Bazar Ekonomi Kreatif, Rabu (13/8/2025). Acara ini turut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, perangkat desa, pendamping desa, serta para pelaku usaha ekonomi kreatif.
Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 Tahun 2025 lahir sebagai langkah konkret membangun sistem kemitraan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Regulasi ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam memajukan promosi dan pemasaran pariwisata daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal.

Dalam sambutannya, Wabup Efrensia menyampaikan bahwa pariwisata Gunung Mas memiliki potensi unggulan yang berpijak pada kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal. Oleh karena itu, diperlukan strategi dan kebijakan yang terstruktur, inklusif, dan berkelanjutan dalam promosi dan pemasaran destinasi wisata.
“Melalui kemitraan ini, kita ingin memastikan bahwa pembangunan pariwisata tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga memberi ruang partisipasi aktif kepada pelaku usaha, komunitas, dan warga sebagai pemilik kearifan lokal dan penjaga identitas budaya daerah,” tegasnya.
Dasar hukum pembentukan Perbup ini merujuk pada Pasal 37 ayat (2) Perda No. 1 Tahun 2023 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Gunung Mas 2023–2037. Latar belakangnya adalah kebutuhan membangun pola kerja sama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan, hingga promosi dan pemasaran bersama.
Sosialisasi ini juga diisi dengan bazar ekonomi kreatif yang menampilkan produk-produk unggulan lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan konsep kemitraan pemasaran pariwisata, meningkatkan pemahaman stakeholder terhadap peran masing-masing, serta mendorong lahirnya program dan event pariwisata bersama yang berkesinambungan.
Wabup juga menegaskan, dalam kerangka Program Tambun Bungai, Disbudpar akan menjalankan peran strategis pada pilar Tambun Bungai Bermartabat, termasuk sebagai leading sector pelaksanaan Napak Tilas Perdamaian Tumbang Anoi sebagai event tetap dua tahunan.
Mengakhiri sambutannya, Efrensia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Perbup ini sebagai pedoman penyusunan program dan aksi nyata di lapangan, demi memajukan sektor pariwisata Gunung Mas secara berkelanjutan.
