MMCGumas – Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) sukses menggelar Lomba Inovasi Daerah Tingkat Kabupaten Tahun 2025. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Jaya Samaya Monong di Aula Bapperida, Kuala Kurun, Rabu (23/7), menjadi wadah strategis untuk mendorong kreativitas dan terobosan pelayanan publik dari para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gumas.
Penilaian terhadap seluruh inovasi dilakukan secara profesional oleh tim independen yang berasal dari unsur Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah serta akademisi Universitas Palangka Raya, yakni Stepanus, Indrawan P. Kamis, dan Rustam Effendie.
Kepala Bapperida Gumas, Yantrio Aulia, yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan bahwa lomba tahun ini dibagi dalam dua kategori besar, yaitu Kategori Penerapan Inovasi Tahun 2023–2024 dan Kategori Ide Inovasi Tahun 2025, yang masing-masing telah menghasilkan para pemenang berdasarkan penilaian objektif dari tim juri.
Pemenang kategori penerapan inovasi 2023 – 2024, Juara 1 – Huma Karigas Jiwa (Puskesmas Kurun): Inovasi layanan pemulihan terpadu bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), untuk menurunkan kekambuhan dan meningkatkan keterampilan serta produktivitas pasien.
Juara 2 – Ela Laya (Puskesmas Kurun): Gerakan layanan asuhan dalam aksi nyata pemberian ASI eksklusif untuk bayi usia 0–6 bulan melalui edukasi intensif kepada ibu dan keluarga.
Juara 3 – Jas Cilik Tuntas (Disdukcapil Gumas): Program percepatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) melalui kerja sama dengan sekolah, demi mewujudkan identitas anak secara universal.
pemenang kategori ide inovasi 2025, Juara 1 – Si Petai (Sekretariat Daerah), Sistem Informasi Pemetaan Tanah Instansi Gunung Mas yang mengintegrasikan data aset tanah secara digital, efisien, dan transparan.
Juara 2 – Sinergi Juara (Dinas PPKBPPPA): Akselerasi pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) melalui pemberdayaan kolaboratif lintas sektor.
Juara 3 – Balanai Ampah Dapur (DLHKP Gumas): Optimalisasi pengelolaan sampah organik rumah tangga berbasis komposter untuk mendukung sanitasi lingkungan berkelanjutan. Dalam keterangannya, Yantrio menegaskan bahwa inovasi-inovasi ini bukan sekadar ide, namun cerminan dari semangat pelayanan dan pengabdian ASN kepada masyarakat.
“Lomba ini menjadi ruang penting bagi ASN untuk menampilkan gagasan yang solutif, berdampak, dan berkelanjutan. Kita ingin Gumas dikenal sebagai daerah yang tidak hanya tumbuh secara fisik, tapi juga maju dalam budaya berpikir inovatif,” ujar Yantrio.
Sebagai bentuk penghargaan, para pemenang akan menerima piala, piagam, dan hadiah yang dijadwalkan akan diserahkan langsung oleh Bupati Gumas pada upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, 17 Agustus 2025 mendatang, di Kuala Kurun.
Lomba Inovasi Daerah 2025 menjadi momentum berharga untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pelayanan publik yang responsif dan berbasis solusi lokal. Melalui ajang ini, Kabupaten Gunung Mas terus menunjukkan bahwa inovasi bukan sekadar wacana, tetapi budaya kerja yang harus ditanamkan dalam setiap lini birokrasi.
