Foto : Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas, Jhonson Ahmad, 22/7/2025)
MMCGumas – Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas kembali menegaskan komitmennya dalam membangun masa depan generasi muda, khususnya dari keluarga kurang mampu, melalui program Sekolah Rakyat. Program inovatif yang kini memasuki tahap rintisan awal ini diharapkan menjadi penggerak pendidikan bagi anak-anak prasejahtera di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas, Jhonson Ahmad yang hadir mewakili Bupati Gunung Mas menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat rintisan telah disiapkan dengan dua rombongan belajar (Rombel) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan dua rombel untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Masing-masing rombel akan menampung maksimal 25 siswa, sehingga total kapasitas penerimaan awal mencapai 100 siswa, terdiri dari 50 siswa SD dan 50 siswa SMP.
“Ya, Awalnya kita usulkan jenjang SMP dan SMA, namun sesuai arahan dari pemerintah pusat, pembukaan penerimaan SD menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi,” ujar Jhonson, Senin (22/7/2025).
Hingga pertengahan Juli 2025, progres pendataan calon siswa telah mencatat 26 anak untuk SD dan 27 anak untuk SMP. Proses ini dilakukan melalui kerja sama erat antara Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS) Gunung Mas, yang memiliki otoritas dalam menentukan status ekonomi siswa berdasarkan Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
DTSEN sendiri merupakan integrasi dari tiga basis data nasional, yakni, DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi), dan DTKKE (Data Terpadu Kesejahteraan Ketenagakerjaan dan Ekonomi). “Verifikasi lapangan kami lakukan langsung, termasuk dokumentasi rumah, kondisi ekonomi orang tua, hingga surat pernyataan kesediaan anak untuk diasramakan,” jelas Jhonson.

Tahap awal program ini memanfaatkan gedung eks Hotel Gunung Mas yang kini tengah direhabilitasi dan telah mencapai progres fisik sekitar 60%. Direncanakan, tahun ajaran baru Sekolah Rakyat rintisan akan dimulai pada September 2025.
Bangunan tersebut akan digunakan sementara sebagai ruang belajar sekaligus asrama, lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang seperti seragam, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan makan dan minum semuanya ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat.
Adapun total anggaran yang dikucurkan untuk tahap rintisan mencapai, Rp1,3 miliar untuk rehabilitasi gedung, dan Rp2,4 miliar untuk pengadaan sarana-prasarana seperti meja belajar, kursi, ranjang susun, serta perlengkapan asrama lainnya.
Ia menambahkan bahwa, untuk tenaga pendidik Sekolah Rakyat rintisan akan diseleksi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan resmi dari pusat, dan guru-guru yang lolos seleksi akan langsung ditempatkan untuk mengajar.
Tak hanya berhenti pada tahap rintisan, Pemkab Gunung Mas juga telah mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di atas lahan seluas 9,8 hektar yang berada di kawasan demplot pertanian, arah menuju Desa Tumbang Tumbirah. Luasan ini melebihi persyaratan minimum dari Kemensos, yaitu 6,7 hektar.
Pembangunan sekolah permanen tersebut dirancang dengan estimasi anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp200 miliar, mencakup gedung sekolah, asrama, fasilitas olahraga, ruang keterampilan, dan sarana penunjang lainnya. “Sekolah Rakyat adalah jawaban atas ketimpangan akses pendidikan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” tegas Jhonson.
Ia berharap hadirnya program ini mampu membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa biaya, sekaligus menciptakan generasi muda yang siap bersaing dan memiliki masa depan cerah.
“Ini adalah investasi jangka panjang bagi Gunung Mas. Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi. Semua anak berhak untuk tumbuh, belajar, dan menjadi generasi unggul,” pungkasnya.