

MMCGumas – Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) menggelar kegiatan Pendampingan bagi Satuan PAUD untuk Mencegah Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi bagi Anak Usia Dini Tahun 2025, bertempat di Aula Hotel Zefanya Kuala Kurun, Jumat (31/10/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Osner Sagala, mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Aprianto, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran lembaga PAUD dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun intoleransi.
“Kegiatan pendampingan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas dan komitmen satuan PAUD agar mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter sejak dini serta memastikan setiap anak belajar di lingkungan yang inklusif dan berperspektif perlindungan anak,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap satuan PAUD wajib memiliki Satuan Tugas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan agar dapat merespons cepat setiap bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
“PAUD memiliki peran strategis dalam membina dan mengembangkan seluruh potensi anak. Karena itu, pendidik dan tenaga kependidikan perlu menunjukkan praktik pembelajaran yang menanamkan sikap toleran dan anti-kekerasan sejak usia dini,” tambahnya.
Dia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan satuan PAUD yang memiliki kebijakan internal dalam pencegahan kekerasan, serta mampu membangun jejaring komunikasi dan kerja sama lintas lembaga untuk menjaga keamanan dan kenyamanan belajar anak.
Sementara itu, Ketua Panitia, Jhonny Irawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini diikuti oleh 85 peserta, terdiri dari kepala dan pengelola lembaga PAUD se-Kabupaten Gunung Mas.
Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tenaga pendidik dan pengelola PAUD mengenai pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi, serta mendorong penerapan praktik PAUD ramah anak dan penanaman nilai toleransi.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun sistem pelaporan dan penanganan dini terhadap kasus kekerasan di satuan pendidikan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat jejaring antar satuan PAUD untuk saling berbagi praktik baik dalam membangun budaya toleransi dan anti-kekerasan di lingkungan pendidikan anak usia dini,” ungkap Jhonny.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas, Rameina Widyastuty, kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen lembaga PAUD untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan berlandaskan pada nilai-nilai karakter positif.
“Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap lembaga PAUD di Kabupaten Gunung Mas mampu menjadi ruang belajar yang benar-benar melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, maupun intoleransi,” ujarnya.
Kegiatan yang bersumber dari DPA SKPD Disdikpora Kabupaten Gunung Mas Tahun 2025 ini menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah, Analaila Soufia.