Foto : Beberapa waktu yang lalu, sejumlah warga Gunung Mas serbu Kios Pangan Murah, di Halaman kantor DPKP Gumas.

MMCGumasKuala Kurun – Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Gunung Mas. Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) kembali menghadirkan Bazar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Kamis, 4 September 2025, mulai pukul 08.00 WIB, di halaman Gedung Pertemuan Umum (GPU) Damang Batu, Kuala Kurun.

Bazar ini digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-41 serta Hari Keluarga Nasional ke-32 tingkat Kabupaten Gunung Mas tahun 2025. Melalui GPM, masyarakat berkesempatan memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin.

Beragam komoditas telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, di antaranya beras hibrida, beras SPHP, ikan patin, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, gula pasir, garam, kopi, teh, susu kental manis, sirup, sarden, mi instan, telur ayam ras, hingga kebutuhan pangan lainnya.

Kepala DPKP Gunung Mas, Eigh Manto, menyampaikan bahwa GPM bukan sekadar kegiatan bazar, melainkan upaya nyata pemerintah daerah untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasaran.

“Harapan pemerintah, semoga GPM ini dapat menstabilkan harga bahan pangan sehingga mampu menjaga daya beli masyarakat dan membantu perputaran ekonomi, serta bisa menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Gunung Mas,” jelasnya, Selasa (2/9/2025).

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan datang langsung ke lokasi bazar.

Sementara itu, arahan Menteri Dalam Negeri pada Rakornas Penanganan Inflasi 2025 yang digelar secara virtual menegaskan bahwa GPM tidak hanya untuk menjaga stabilitas harga, tetapi juga memperkuat kedekatan layanan pemerintah dengan masyarakat.

“Diharapkan kegiatan ini mampu meredam gejolak sosial di tengah situasi ekonomi yang menantang,” tambah Eigh Manto menutup pernyataannya.

Dengan hadirnya GPM, Pemkab Gunung Mas ingin memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, sekaligus memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Bagikan ini :