Foto Bersama
MMCGumas – Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursasip) Daerah menggelar Lomba Menulis Cerita Rakyat Daerah Kabupaten Gunung Mas di Gedung Perpustakaan Lantai 3 Kuala Kurun, Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan literasi masyarakat.
Mewakili Kepala Dinas Dispursasip, Maria Efianti, Kepala Bidang Perpustakaan, Yunike, menyampaikan bahwa lomba ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya perpustakaan daerah dalam menciptakan masyarakat yang gemar membaca, menulis, dan menumbuhkan budaya literasi.
“Cerita rakyat adalah warisan tak ternilai dari para leluhur yang mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Melalui lomba ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk mencintai kekayaan budaya bangsa,” ujarnya.
Proses Pelaksanaan Lomba
Lomba menulis cerita rakyat ini diikuti 34 peserta yang mengirimkan naskah karya tulis. Setelah melalui proses seleksi oleh dewan juri, terpilih 20 penulis terbaik. Proses pendaftaran dan pengumpulan karya berlangsung dari 10 Juli hingga 6 Agustus 2025, kemudian penilaian karya dilaksanakan pada 8–10 Agustus 2025. Pengumuman 20 karya terbaik dilakukan pada 11 Agustus, sedangkan pengumuman pemenang dilaksanakan pada hari ini, 13 Agustus 2025. Penyerahan hadiah dijadwalkan pada 17 Agustus 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Para Pemenang
Berdasarkan hasil penilaian juri, juara pertama diraih Damai, S.H dengan karya Legenda Danum Tawah, juara kedua Cenitio dengan karya Legenda Danau Tambak, dan juara ketiga Rini dengan karya Legenda Tumbang Lampahung.
Sementara untuk kategori juara harapan, Siswanto meraih Harapan I dengan karya Kesatria Dayak Membela Tanah Tercinta (Temanggung Tawa), Harapan II diraih Tony Siantury dengan karya Asal Usul Tewang Pajangan, dan Harapan III diraih Efriansyah dengan karya Kampeng Burak.
Dispursasip Gunung Mas berharap, melalui ajang ini akan lahir lebih banyak penulis lokal yang mampu mendokumentasikan dan mempopulerkan kembali cerita rakyat daerah. Selain memperkaya khasanah literasi, langkah ini juga diharapkan menjadi bagian dari pelestarian identitas budaya Gunung Mas.

