Foto Bersama : Sekda Gunung Mas, Richard bersama LPPM Universitas Palangkaraya dan seluruh camat se kabupateng Gunung mas, diruang rapat lantai I Kantor Bupati, Jumat (1/8/2025)
Kuala Kurun – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas secara resmi mendorong pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam bentuk Perseroan Daerah (Perseroda) sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi lokal secara berkelanjutan dan berbasis pada potensi unggulan daerah.
Langkah ini mengemuka dalam rapat ekspos akhir kajian pembentukan Perseroda yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gunung Mas, Richard, bertempat di Aula Lantai I Kantor Bupati Gunung Mas, Jumat (1/8/2025).

“Perseroda dinilai memiliki peran penting sebagai katalisator pembangunan ekonomi yang inklusif,” tegas Sekda Richard dalam arahannya.
Berdasarkan analisis keuangan yang dilakukan, kebutuhan modal awal pendirian Perseroda diperkirakan mencapai Rp6,96 miliar. Dari jumlah tersebut, Pemkab Gunung Mas berencana menanamkan modal sebesar 51% atau setara Rp3,55 miliar. Investasi ini dinilai layak secara fiskal, mengingat Pemkab Gunung Mas masih memiliki Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun anggaran 2024 sebesar Rp49,22 miliar.
Sekda Richard menjelaskan bahwa keberadaan Perseroda diharapkan mampu memberikan solusi konkret terhadap sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam hal penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pemberdayaan usaha lokal.
“Bagi pemerintah daerah, keberadaan Perseroda juga berpeluang besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat ekonomi lokal, dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak eksternal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Richard menyoroti bahwa Kabupaten Gunung Mas memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat potensial. Jika dikelola secara profesional melalui wadah Perseroda, maka potensi tersebut dapat dioptimalkan guna menunjang pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa selain dukungan finansial, keberlangsungan operasional Perseroda akan diperkuat oleh aset tak berwujud, yaitu komitmen Pemkab dalam penyediaan anggaran, serta kemitraan strategis dengan pihak-pihak yang telah menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama.
“Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam menciptakan ekosistem ekonomi daerah yang mandiri, tangguh, dan kompetitif,” pungkasnya.
