Mmc.gunungmaskab.go.id – Kuala Kurun – Wakil Bupati (Wabup) Gunung Mas (Gumas), Efrensia L.P. Umbing, mengikuti kegiatan panen perdana jagung hibrida di Desa Tanjung Riu, Kecamatan Kurun, Sabtu (18/05/2024).

“Dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi saat ini, kehadiran pihak swasta/stakeholder lain sangat diharapkan membantu memberikan solusi bagi petani,” ucapnya.

“Berdasarkan pantauan kami, beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Gunung Mas akhir-akhir ini menjadi salah satu komoditi yang menyumbang inflasi dikarenakan terbatasnya pasokan dan harga yang naik cukup signifikan di Kabupaten Gunung Mas, selain komoditas lainnya juga,” terangnya.

Dirinya menjelaskan bahwa kebutuhan beras rata-rata penduduk Gumas adalah berkisar 91 sampai 95 kg perorang dalam setahun, yang mana merupakan kebutuhan bahan pangan yang cukup besar disamping kondisi pertanaman yang sangat bergantung dengan kondisi alam yang saat ini sangat sulit untuk diprediksi.

“Kawasan ini kedepannya kita harapkan menjadi salah satu contoh kawasan dengan pengembangan tertentu, yaitu padi sawah dan jagung hibrida, sehingga masyarakat sekitar menjadi berpikir dan mempunyai harapan bahwa usaha pertanian pangan ini merupakan kegiatan yang mulia karena memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta memberikan harapan bagi peningkatan perekonomian keluarga. Terimakasih atas kerjasama seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan kegiatan ini, dan apresiasi bagi seluruh kita yang hadir pada kesempatan ini,” tandasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kab. Gumas, Aryantoni, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kab. Gumas, Herianto, mengatakan bahwa Dinas Pertanian konsisten dalam upaya memelihara semangat para petani di seluruh sub sektor pertanian dan pengembangan tanaman padi dan jagung hibrida merupakan aktualisasi pelaksanaan Smart Agro di Gumas.

“Pengembangan tanaman jagung hibrida yang dilakukan di Desa Tanjung Riu terdapat 3 kelompok tani dengan masing-masing alokasi 20 Ha dan target pengembangan 60 Ha, namun pada penanaman pertama baru terealisasi penanaman 30 Ha, sedangkan tanaman Padi dilakukan di Kelurahan Tewah terdapat 5 kelompok tani  dengan target pengembangan seluas 25 Ha dan terealisasi di musim tanam 1 ini 18 Ha,” ungkapnya.

“Kendala di lapangan untuk pengembangan padi sawah adalah terbatasnya sumber daya atau tenaga kerja, serangan organisme pengganggu tumbuhan dan regenerasi petani, demikian pula untuk pertanaman jagung jagung terkendala bukaan lahan baru dan serangan OPT,” tutupnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda atau yang mewakili, Pimpinan Instansi Vertikal atau yang mewakili, Kepala OPD terkait atau yang mewakili,Camat Kurun, tokoh masyarakat dan agama, serta tamu undangan lainnya.

Bagikan ini :